Dapur adalah bagian inti dari rumah selain kamar tidur dan ruang keluarga. Di dalam rumah, dapur adalah jantungnya, tempat dimana masakan lezat tersaji untuk seluruh anggota keluarga.
Membuat dapur yang nyaman dan elegan adalah sebuah keharusan, karena di dapur yang nyaman kita akan merasa nyaman dan betah untuk berlama-lama beraktivitas di sana. Aktivitas yang kita lakukan di dapur antara lain memasak, berbenah, sarapan bersama, hingga makan malam sambil ngobrol bersama keluarga.
Memilih desain dapur idaman memang sedikit membingungkan. Mari kita mulai dari memilih lantai terbaik untuk dapur. Lantai dapur haruslah terbuat dari material yang tidak licin, dan tahan panas. Pasalnya, dapur merupakan tempat yang tinggi lalu lintas dan cenderung panas. Berikut ini beberapa rekomendasi material lantai dapur terbaik yang bisa Anda pertimbangkan.
1. Lantai Keramik
Keramik terbuat dari campuran tanah liat, dan pasir kuarsa yang dibentuk sedemikian rupa lalu dipanaskan dalam suhu yang sangat panas. Keramik tersedia dalam berbagai pilihan ukuran, bentuk dan juga motif. Dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, keramik jadi pilihan favorit masyarakat Indonesia untuk berbagai kebutuhan konstruksi.
Keramik sangat cocok dijadikan untuk material lantai dapur. Pasalnya, keramik sangat mudah dibersihkan dan mudah dirawat. Dapur merupakan tempat yang cukup sering dibersihkan dari kotoran sisa kegiatan memasak, maka lantainya harus terbuat dari material yang mudah dibersihkan. Pilih lantai keramik dengan tekstur kasar atau tekstur matte agar tidak licin.
2. Lantai Granit
Lantai granit juga cukup populer di kalangan masyarakat. Harganya lebih tinggi dari material keramik, namun menyuguhkan keindahan yang lebih elegan dan mewah. Granit merupakan material batu alam yang terbentuk dari magma yang mendingin lalu mengkristal. Batu granit lalu dibentuk dan diolah sedemikian rupa sehingga siap untuk dipasang menjadi lantai rumah.
Jika Anda suka dengan konsep rumah minimalis, memilih lantai granit warna putih atau krim adalah pilihan yang cerdas. Lantai granit sangat mudah dibersihkan dan tahan panas. Pilih lantai granit dengan tekstur yang kasar atau matte untuk lantai dapur. Dengan demikian lantai tidak mudah licin jika terkena cipratan minyak.
3. Lantai Kayu
Lantai kayu ulin atau kayu jati adalah opsi yang tepat untuk dapur bergaya tropical atau klasik pedesaan. Selain cocok untuk area luar seperti untuk decking kolam renang, lantai kayu juga cocok untuk area dalam yang memiliki lalu lintas tinggi seperti dapur. Keindahan yang dihadirkan akan membuat mata terpesona, apalagi jika dipadukan dengan perabot kayu berwarna senada.
Meski harga parket lantai per meter bisa dibilang cukup tinggi dibanding jenis material lantai lainnya, Anda akan sangat puas dengan kualitas dan tampilannya. Namun, lantai kayu sebaiknya digunakan untuk area dapur bersih karena sifatnya yang mudah tergores dan sensitif terhadap kelembapan. Memilih lantai kayu untuk dapur juga berarti Anda harus siap dengan perawatannya yang sedikit ekstra.
4. Lantai SPC
SPC adalah singkatan dari stone plastic composite. SPC terbuat dari campuran bubuk batu alam dan resin polimer (PVC) yang dipadatkan dan dibentuk sedemikian rupa. Untuk tampilan dapur yang elegan, hangat dan nyaman dipijak, SPC adalah opsi lantai dapur yang sempurna.
SPC tersedia dalam berbagai motif yang bisa Anda pilih sesuai selera. Yang populer ialah SPC dengan motif kayu, karena keindahan motif kayu mampu membuat tampilan dapur lebih menawan. Selain itu, SPC juga tahan air dan sudah memiliki lapisan anti gores. Kekurangan lantai SPC ialah kemungkinan terjadinya rembesan jika genangan air tidak langsung dibersihkan.
5. Lantai Vinyl
Lantai vinyl bisa jadi opsi alternatif jika Anda suka dengan corak kayu yang estetik namun terkendala biaya. Harga lantai vinyl lebih terjangkau dibanding lantai kayu asli maupun lantai SPC. Pemasangannya cukup mudah dan bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kendati demikian, lantai vinyl tahan air dan bisa dibersihkan dengan cukup mudah.
Motifnya tersedia dalam banyak opsi dan warna, bisa menyerupai kayu bengkirai, kayu kamper, bahkan batu alam. Kendati demikian, lantai vinyl juga punya kekurangan yang perlu Anda antisipasi. Vinyl sangat rentan terkena goresan akibat gesekan benda tajam atau perabot yang bobotnya berat.