Bagi Anda yang sering browsing di media sosial atau membaca majalah arsitektur, istilah “desain kontemporer” pasti sudah tidak asing lagi. Namun, sering kali orang tertukar antara gaya kontemporer dengan gaya modern.
Padahal, keduanya memiliki prinsip yang berbeda. Jika desain modern mengacu pada era spesifik di masa lalu (awal hingga pertengahan abad ke-20), desain kontemporer merujuk pada konsep desain saat ini. Gaya ini terus berkembang, dan kian merefleksikan tren yang sedang populer hari ini.
Apakah Anda tertarik untuk mengadopsi gaya kontemporer pada hunian Anda? Yuk, kenali dulu beberapa ciri khas utama dari rumah kontemporer berikut ini!
1. Memaksimalkan Cahaya Alami dengan Jendela Besar
Salah satu ciri paling mencolok dari rumah kontemporer adalah penggunaan jendela kaca yang berukuran sangat besar, bahkan sering kali memenuhi satu sisi dinding. Bukan tanpa alasan, tujuannya adalah untuk memaksimalkan masuknya sinar matahari.
Selain menghemat energi di siang hari, elemen ini menciptakan ilusi ruang yang lebih luas dan menyatukan suasana luar ruangan dengan bagian dalam rumah. Dengan penempatan kaca jendela yang baik, visual rumah akan jadi next level. Agar value rumah kontemporer meningkat, gunakan material pintu dan kusen dari kayu keras seperti kayu kamper dan kayu kruing.
2. Garis Desain yang Bersih dan Tegas
Rumah kontemporer sangat menghindari lekukan atau ukiran yang rumit dan heboh seperti pada rumah bergaya klasik. Arsitektur kontemporer didominasi oleh garis-garis yang lurus, bersih, dan tegas.
Anda akan sering melihat bentuk bangunan yang kotak (kubus), atap rumah yang datar, atau kombinasi bentuk geometris yang berani namun tetap terlihat rapi dan seimbang. Selain minim lekukan, setiap sudutnya dibuat presisi dan proporsional.
3. Konsep Ruang Terbuka
Di dalam rumah kontemporer, sekat atau dinding pembatas antar-ruangan sangatlah minim. Ruang tamu, ruang makan, dan dapur biasanya menyatu dalam satu area besar yang disebut open plan.
Konsep ini membuat aliran udara menjadi lebih baik, ruangan terasa lapang, dan interaksi antar-anggota keluarga menjadi lebih hangat dan fleksibel. Dari segi budget, konsep ruang terbuka juga jadi langkah efektif untuk menghemat biaya pembangunan rumah.
4. Pilihan Warna Netral
Palet warna yang digunakan pada rumah kontemporer umumnya didominasi oleh warna-warna netral seperti putih, abu-abu, hitam, dan krem. Warna-warna ini memberikan kesan bersih, tenang, dan canggih.
Namun, agar tidak terasa membosankan, biasanya ditambahkan satu atau dua warna kontras yang mencolok sebagai aksen. Warna yang populer saat ini antara lain warna kuning kunyit, merah bata, atau hijau zamrud. Penambahan aksen dilakukan pada salah satu bagian dinding, serta pada elemen dekorasi seperti bantal sofa, atau lukisan.
5. Kombinasi Material yang Unik dan Ramah Lingkungan
Rumah kontemporer sangat kreatif dalam memadukan berbagai jenis material. Anda bisa menemukan kombinasi beton ekspos, baja hitam, kaca tebal, hingga material alami seperti kayu solid dan batu alam di satu rumah. Tak heran rumah dengan desain kontemporer kerap menggunakan parquet lantai dengan elemen dekor metal dan kaca.
Selain itu, seiring dengan kesadaran lingkungan yang meningkat saat ini, rumah kontemporer sering kali mengintegrasikan material daur ulang atau teknologi ramah lingkungan, seperti panel surya dan sistem penampungan air hujan.
Rumah kontemporer adalah pilihan tepat bagi Anda yang berjiwa dinamis dan menyukai kepraktisan tanpa mengorbankan estetika. Dengan mengutamakan kelapangan ruang, cahaya alami, dan kebebasan berekspresi, gaya kontemporer mampu menciptakan hunian yang tidak hanya estetik secara visual, tetapi juga sangat nyaman untuk ditinggali di zaman modern ini.