Kayu meranti merupakan salah satu jenis kayu keras yang banyak digunakan untuk kebutuhan konstruksi. Meski popularitasnya tak seperti kayu jati yang dikenal sangat luas, di kalangan pekerja konstruksi dan pebisnis perabot, kayu meranti menjadi salah satu pilihan primadona.
Kayu meranti adalah jenis kayu tropis yang memiliki karakter serta tampilan yang cukup khas. Jika Anda membutuhkan material yang cukup kuat untuk membuat trap tangga kayu atau plafon lambersering, maka kayu meranti bisa jadi pilihan yang tepat.
Mari cari tahu apa saja sih karakteristik kayu meranti yang membuatnya cukup banyak diminati. Seperti halnya kayu solid lain yang kini beredar di pasaran, kayu meranti juga punya beberapa kelebihan dan kekurangan.
Karakteristik Fisik Kayu Meranti
Ada banyak kayu tropis asli Asia Tenggara yang kini mulai dikenal masyarakat umum untuk kebutuhan konstruksi maupun perabot, kayu meranti adalah salah satunya. Karakteristik kayu meranti yang khas membuatnya cukup banyak diminati belakangan ini.
Seratnya lurus dan halus, sehingga mampu menampilkan keindahan maksimal jika diolah menjadi perabot. Teksturnya terdiri dari tekstur sedang dan kasar dengan warna agak kemerahan. Warnanya bisa merah pucat, merah tua, atau merah kecoklatan yang sangat khas.
Kayu meranti sangat mudah untuk diolah karena permukaannya dapat dihaluskan dengan mudah serta dipotong jadi bentuk apapun. Tingkat keawetan kayu meranti tergolong kelas III – IV. Oleh sebab itu, banyak pengrajin perabot yang mengandalkan kayu meranti sebagai bahan bakunya.
Selain berwarna merah, ada juga kayu meranti yang berwarna kuning kecoklatan. Jenis yang satu ini merupakan kayu meranti kuning yang juga banyak digunakan untuk perabot. Karena keindahan dan kemudahannya diolah membuat kayu meranti sangat populer untuk bahan baku perabot seperti lemari, meja, kabinet, dll.
Kelebihan Kayu Meranti
Kayu meranti cukup populer untuk kebutuhan konstruksi maupun perabot. Bukan tanpa alasan, kayu keras asli Asia Tenggara ini menjanjikan banyak kelebihan bagi para penggunanya. Jadi apa saja kelebihan kayu meranti?
1. Penyusutan Rendah
Kayu meranti tergolong kayu keras yang tidak mudah menyusut. Bentuk dan ukurannya akan stabil di cuaca apapun baik panas atau dingin, sehingga sangat cocok dijadikan material untuk pintu, kusen, maupun jendela.
2. Mudah Diolah
Kelebihan kayu meranti berikutnya ialah sifatnya yang cukup lunak sehingga sangat mudah untuk dipotong, dipaku, dihaluskan, atau dibentuk menjadi bentuk apapun yang diinginkan. Kendati demikian, kayu satu ini cukup kuat dan bisa tahan lama.
3. Mudah Dikeringkan
Dalam proses pengolahannya, kayu meranti perlu dikeringkan terlebih dahulu. Kayu meranti sangat mudah dikeringkan dan tidak mudah cacat atau rusak saat proses pengeringan dilakukan. Hal ini membuat proses pengolahannya menjadi lebih mudah.
4. Punya Warna Khas
Perabot kayu meranti terlihat sangat cantik dan elegan karena kayu meranti memiliki warna serta corak yang khas. Pengrajin biasanya memberi finishing cat atau vernish agar tampilan akhirnya makin menarik. Perabot kayu meranti cocok untuk rumah bergaya modern minimalis.
5. Harga Relatif Terjangkau
Harga kayu meranti relatif cukup terjangkau apalagi jika dibandingkan kayu keras kelas I seperti kayu jati atau kayu ulin. Hal ini semakin membuatnya jadi primadona di pasaran, apalagi untuk kebutuhan kusen dan jendela kayu.
Kekurangan Kayu Meranti
Dengan sederet kelebihannya yang sangat menguntungkan bagi para pengguna, kayu meranti ternyata kekurangan yang perlu diwaspadai. Berikut ini kekurangan kayu meranti.
1. Daya Tahan yang Terbatas
Dari segi kekuatan dan keawetan, kayu meranti tergolong kelas III-IV. Ini memang tak terlalu buruk mengingat harganya juga relatif terjangkau.
Namun jangan harap kekuatan atau daya tahannya akan setara kayu ulin atau kayu bengkirai. Kendati demikian, kayu meranti cukup direkomendasikan untuk penggunaan indoor (dalam ruangan). Jika diaplikasikan di luar ruangan, misalnya untuk lantai papan kayu di kolam renang, kayu meranti tidak memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca ekstrim baik panas maupun hujan, sehingga kayu jadi mudah lapuk.
2. Rentan Terhadap Hama
Kayu gubal (bagian luar kayu) kurang tahan terhadap hama seperti serangga bubuk atau rayap. Sehingga jika tidak disemprot anti rayap terlebih dahulu, ia akan mudah rusak diserang hama. Oleh sebab itu kayu meranti perlu diberi pengawetan maksimal agar lebih awet dan tahan lama.
Itulah informasi menarik tentang kayu meranti, salah satu opsi terjangkau untuk kebutuhan kusen, jendela, pintu, dan perabot rumah tangga.