Salah satu bagian yang sangat krusial dari sebuah bangunan adalah atap. Bagian ini melindungi rumah dan segala isinya dari panas, hujan, maupun angin. Memilih material untuk atap harus dipertimbangkan penuh perhitungan, pasalnya material atap yang digunakan akan sangat menentukan kenyamanan dan tampilan sebuah bangunan.
Ada banyak pilihan atap yang kini banyak digunakan masyarakat, diantaranya atap genteng, atap beton, atap spandek, dan beberapa ada yang masih menggunakan atap asbes. Namun tahukah Anda ada satu jenis atap yang mungkin kurang umum di masyarakat, namun menjadi primadona di kalangan peminatnya, yakni atap sirap.
Atap sirap sudah digunakan sejak zaman dahulu sehingga banyak ditemukan untuk rumah-rumah tradisional. Material yang digunakan ialah kayu keras yang tahan terhadap cuaca ekstrim seperti kayu ulin atau kayu bengkirai.
Meski saat ini eksistensinya makin tergeser oleh atap modern, atap sirap tetap tak tergantikan karena mampu menghadirkan nuansa yang berbeda. Bangunan komersil seperti kafe, vila atau bungalow banyak yang menggunakan atap sirap ulin guna menunjang tampilan yang lebih artistik.
Jika Anda merasa penasaran dengan atap sirap, mari kita bahas beberapa informasi menarik mengenai atap sirap.
Apa itu Atap Sirap
Apa itu atap sirap? Atap sirap ialah penutup bagian atap sebuah bangunan yang biasanya berbahan kayu. Atap sirap memiliki ukuran yang kecil bahkan lebih kecil dari genteng. Setiap kepingan kayu tersebut lalu disusun sedemikian rupa hingga mampu menutupi seluruh bagian atap. Uniknya, setiap kepingan kayu memiliki karakter tersendiri. Bisa kotak, meruncing, atau bulat pada sisi tertentu, sehingga menghasilkan tampilan yang sangat menarik.
Jenis Kayu Untuk Atap Sirap
1. Atap Sirap Kayu Ulin
Jenis kayu yang paling umum digunakan untuk atap sirap ialah kayu ulin. Sirap kayu ulin sangat populer di kalangan dunia konstruksi, karena kayu ulin terkenal sebagai kayu besi yang sangat kokoh. Tampilannya pun sangat memikat dengan warna dan serat yang khas.
2. Atap Sirap Kayu Merbau
Kayu merbau Papua juga banyak digunakan untuk material atap sirap. Kayu keras ini memiliki karakteristik yang mirip dengan kayu ulin, seratnya padat dan tahan terhadap cuaca ekstrim serta hama rayap, sehingga bisa menjadi pilihan alternatif yang sempurna.
3. Atap Sirap Kayu Bangkirai
Selain sirap kayu ulin dan sirap kayu merbau, ada satu lagi jenis kayu keras yang tepat digunakan untuk atap sirap, yakni kayu bengkirai. Dikenal juga sebagai kayu benuas, bengkirai juga sangat tahan terhadap cuaca ekstrim sehingga sangat andal dijadikan material atap. Selain untuk atap, bengkirai juga banyak digunakan untuk pagar dan lantai decking.
Kelebihan Atap Sirap
Kenapa harus menggunakan atap sirap kayu? Bukan tanpa alasan, atap sirap memiliki banyak kelebihan, antara lain:
1. Tampilan yang Cantik
Daya tarik utama dari atap sirap ialah tampilannya yang sangat khas. Atap sirap terdiri dari banyaknya keping kayu yang disusun sedemikian rupa. Bentuk kepingan kayunya sangat unik sehingga menambah estetika. Belum lagi kayu merupakan material alami yang memiliki warna serta corak tersendiri. Keindahan yang selamanya tak bisa ditiru oleh jenis material lainnya.
Jika Anda mengidamkan hunian bergaya etnik atau tradisional, menggunakan sirap ulin tampaknya menjadi pilihan yang tepat. Bangunan akan memiliki daya tarik tersendiri karena terlihat unik dan berbeda dari atap kebanyakan. Apalagi jika dipadukan dengan desain taman yang cantik, suasananya kian terasa asri dan alami.
2. Lebih Sejuk dan Kedap Suara
Selain dari segi estetika, atap sirap juga memiliki keunggulan lain yang sangat memukau. Kemampuannya meredam panas dan bising sangatlah istimewa. Rumah yang menggunakan atap sirap biasanya terasa lebih sejuk meski tanpa pendingin ruangan. Untuk itulah atap sirap cocok digunakan di area beriklim tropis.
Tak sampai di situ, atap sirap juga bisa bantu wujudkan suasana rumah yang lebih tenang. Material kayu bisa meredam suara dengan sangat baik, sehingga suara yang dihasilkan dari percikan hujan maupun sumber kebisingan lainnya tidak akan begitu terdengar ke dalam ruangan.
3. Bobot Ringan Namun Kuat
Atap sirap memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan genteng tanah liat atau beton. Dengan demikian, beban yang ditopang bangunan akan lebih ringan. Tak heran atap sirap banyak digunakan untuk konstruksi tahan gempa, dan biasanya dikombinasikan dengan konstruksi kayu lainnya.
Kendati bobotnya sangat ringan, atap sirap kayu memiliki ketahanan dan kekuatan luar biasa. Bisa awet puluhan tahun lamanya apalagi jika pemasangan dan perawatannya sesuai. Tak heran harga sirap ulin atau bengkirai tergolong sangat tinggi.