Bagian tersulit dari membangun atau merenovasi rumah ialah menentukan desain interior. Desain interior sebuah properti baik itu untuk kebutuhan pribadi maupun komersil, memerlukan banyak sekali detail yang akan menentukan hasil akhirnya. Fokus pada setiap detail kecil akan memberi tampilan akhir sesuai yang diharapkan.
Salah satu detail penting yang tak boleh Anda lewatkan ialah pemilihan material untuk lantai. Lantai kayu parket adalah pilihan ideal bagi Anda yang mengidamkan nuansa rumah yang hangat nan asri. Tampilannya sangat estetik dan mampu berbaur dengan konsep rumah modern maupun klasik.
Jenis kayu yang banyak digunakan untuk material lantai kayu ialah kayu jati dan kayu merbau. Saat ini Anda mungkin tengah kebingungan untuk memilih satu di antara dua opsi tersebut. Sebagai bahan pertimbangan, mari kita bahas kayu jati vs kayu merbau untuk kebutuhan lantai kayu.
Perbandingan Karakteristik Kayu Jati dan Kayu Merbau
Mari kita bandingkan terlebih dahulu kayu jati vs kayu merbau dari segi karakteristik. Secara mendasar, kayu jati dan kayu merbau sebenarnya tidak memiliki banyak perbedaan yang kentara. Keduanya bisa dibilang hampir serupa, namun tak sama.
Perbedaan utama di antara keduanya yakni dari segi kekerasan. Kayu jati tergolong kelas II sedangkan kayu merbau tergolong kelas I. Sebaliknya, dari segi keawetan, kayu jati tergolong kelas I dan kayu merbau tergolong kelas II.
Yang membuatnya berbeda ialah karena kayu merbau memiliki tekstur yang lebih keras dari kayu jati. Namun di sisi lain, kayu jati memiliki minyak alami yang membuatnya lebih tahan terhadap rayap maupun serangga hama lainnya. Hal inilah yang membuat kayu jati bisa lebih awet dibanding kayu merbau. Usia pakai kayu jati bisa lebih lama dibanding kayu merbau atau kayu keras jenis lainnya, misal kayu meranti.
Perbedaan berikutnya terletak pada warna. Kayu jati memiliki beberapa varian warna seperti keemasan atau kecoklatan. Terkadang ada juga yang berwarna krim atau coklat muda. Sedangkan kayu merbau biasanya memiliki warna lebih tua dan lebih kontras, yakni merah kecoklatan yang terkadang terdapat highlight berwarna kuning.
Salah satu hal yang sangat unik yang dimiliki kayu merbau ialah kemampuannya mengeluarkan ion-ion negatif yang ada di dalam ruangan. Memiliki lantai kayu merbau atau perabot kayu merbau akan membantu Anda membuang ion negatif dan membuat kesehatan semakin baik.
Kayu Jati VS Kayu Merbau untuk Lantai Parket
Bicara soal membandingkan kayu merbau vs kayu jati untuk kebutuhan lantai parket, mari kita bahas dari berbagai sisi dan kebutuhan. Keduanya sama-sama bisa diandalkan namun tergantung kebutuhan Anda sebagai pemilik properti
1. Harga
Dari segi harga, kayu jati memang sedikit lebih mahal. Meskipun hal ini dipengaruhi berbagai kondisi, seperti jenis grade kayu yang dipesan dan jumlah stok dipasaran, umumnya Anda harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk kayu jati.
Harga kayu merbau sedikit lebih terjangkau sehingga bisa jadi opsi ideal jika Anda terkendala dengan biaya. Kendati demikian, kualitasnya tidak perlu diragukan. Kedua jenis kayu ini memiliki harga yang lebih ekonomis jika dibandingkan harga kayu ulin.
2. Tampilan
Kayu jati memiliki warna yang lebih terang dengan serat memanjang yang sangat indah. Jika Anda senang dengan tampilan yang elegan, modern dan megah, lantai kayu jati adalah pilihan sempurna. Karena terdapar kandungan minyak alami, kayu jati tidak memerlukan finishing yang berlebihan. Bahkan dibiarkan dengan warna alaminya saja sudah sangat cantik.
Sementara itu, kayu merbau hadir dengan warna merah kecoklatan, warna yang lebih kontras dan gelap. Tampilannya cocok untuk nuansa rumah eksotis dan natural. Agar hasil akhirnya naksimal, lantai kayu merbau harus diberi finishing terlebih dahulu.
3. Keawetan
Kayu jati memiliki usia pakai lebih panjang dibanding kayu merbau. Hal ini dikarenakan ia memiliki minyak alami yang tak disukai hama. Kayu jati juga akan lebih stabil dibanding kayu merbau.
4. Perawatan
Perawatan kayu jati relatif lebih mudah dibandingkan kayu merbau. Cukup dipel atau dibersihkan secara berkala, tampilannya akan tetap sama dari masa ke masa. Sebaliknya, kayu merbau perlu diberi coating atau pernis secara berkala agar bisa lebih awet.
5. Penggunaan
Bicara soal penggunaan, lantai kayu jati sangat cocok untuk area indoor seperti lantai kayu di area kamar, ruang tamu atau ruang keluarga. Kayu jati kurang cocok untuk area outdoor seperti lantai decking atau di teras rumah.
Sebaliknya, kayu merbau lebih fleksibel dan bisa digunakan untuk area luar maupun dalam rumah. Karena memiliki tekstur yang sangat keras, kayu merbau juga cocok digunakan untuk trap tangga. Nah, jadi mana yang menurut Anda lebih baik? Silakan sesuaikan dengan kebutuhan.