Pemanfaatan Kayu Ulin untuk Kebutuhan Konstruksi

Kalimantan menjadi rumah bagi beberapa jenis kayu keras yang dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi. Ada kayu kamper, kayu ulin, dan kayu bengkirai, jenis-jenis kayu keras yang tak hanya menyajikan keindahan alami, namun juga kekuatan dan daya tahan.

Kayu ulin merupakan kayu asal Kalimantan yang sangat terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia. Kayu keras satu ini memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap perubahan cuaca, kelembapan, bahkan tahan terhadap air laut. Tak heran jika kayu ulin Kalimantan banyak digunakan sebagai material pembuatan perahu.

Fakta menarik kayu ulin ialah ia memiliki serat yang sangat padat sehingga ia sangat keras sekeras besi, tak ia heran kayu ulin dijuluki kayu besi. Bahkan di tingkat dunia, kayu ulin masuk ke jajaran 10 kayu paling keras di seluruh dunia.

Inilah alasannya harga kayu ulin terbilang mahal jika dibandingkan beberapa jenis kayu keras lainnya seperti kayu kamper atau kayu meranti. Namun nominal yang harus Anda kocek akan sangat sebanding dengan kualitas yang Anda peroleh. Simak pembahasan selengkapnya tentang kayu ulin Kalimantan.

Karakteristik Kayu Ulin

Setiap jenis kayu memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis kayu lainnya. Kayu ulin juga memiliki karakter yang khas dengan batang yang lurus dan serat yang padat. Pohon ulin bisa mencapai tinggi 30 hingga 50 meter, dan diameternya berkisar antara 60 hingga 120cm. Warnanya coklat keemasan, coklat kemerahan, atau coklat gelap, sehingga cocok untuk berbagai tampilan idaman baik klasik maupun modern.

Kayu ulin memiliki getah khusus yang membuatnya tidak disukai rayap dan hama kayu lainnya. Seratnya yang padat membuatnya sangat keras sehingga cocok untuk kebutuhan konstruksi. Ulin juga bisa tahan di cuaca ekstrim sehingga aman digunakan untuk area luar ruangan.

Di satu sisi, pengolahan kayu ulin tidak mudah karena sifatnya yang sangat keras, tergolong kelas I perihal kekuatan. Tidak seperti kayu meranti yang lebih mudah dipotong dan diolah, kayu ulin perlu usaha ekstra agar bisa dibentuk sedemikian rupa.

Kayu ulin juga memiliki aroma yang cukup khas sehingga memberi nuansa alami yang sangat kentara. Tak seperti kayu komersil lainnya, kayu ulin sangatlah terbatas sehingga sangat langka di pasaran. Tak heran harga jual kayu ulin bisa mencapai belasan juta rupiah per meter kubik.

Pemanfaatan Kayu Ulin

Kayu ulin banyak tumbuh di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Bagi dunia konstruksi, kayu ulin merupakan pilihan utama karena sangat kuat dan tahan cuaca. Beberapa pemanfaatan kayu ulin di dalam dunia konstruksi antara lain:

1. Trap Tangga

Kayu ulin banyak digunakan untuk trap tangga. Trap tangga ulin memiliki tampilan yang elegan dan menawan, sehingga bisa menjadi pusat perhatian di rumah. Trap tangga merupakan pijakan tangga atau anak tangga. Banyak opsi material untuk trap tangga, namun jika Anda ingin tampilan yang lebih estetik, trap tangga kayu jati atau kayu ulin adalah pilihan sempurna.

2. Decking ulin

Selain digunakan untuk anak tangga, kayu ulin juga kerap kali dimanfaatkan sebagai decking kolam renang atau lantai bagian atas kolam renang. Deck merupakan area outdoor yang sering terpapar sinar matahari maupun hujan, serta terkena cipratan air dari kolam renang.
Oleh sebab itu, decking kayu ulin menjadi pilihan tepat karena sifatnya yang tak mudah lapuk meski sering terkena air. Meski ada banyak opsi untuk lantai decking outdoor, tetap tak bisa menggantikan keindahan yang dihasilkan decking kayu ulin.

3. Plafon Kayu

Selain untuk deck, kayu ulin juga banyak digunakan untuk plafon. Plafon kayu ulin adalah pilihan sempurna untuk ruangan yang lebih megah dan sejuk. Apalagi jika dipadukan dengan lis plafon kayu, tampilan akan makin memanjakan mata.

4. Kebutuhan Konstruksi Outdoor

Selain beberapa pemanfaatan di atas, kayu ulin juga sangat umum digunakan untuk kebutuhan konstruksi outdoor, misalnya pagar rumah. Pagar rumah harus dari material berkualitas dan tahan cuaca, karena akan selalu terpapar panas maupun hujan dalam jangka waktu yang lama. Kayu ulin bisa menjawab kebutuhan tersebut.

Selain untuk pagar, kayu ulin juga digunakan untuk atap sirap. Atap sirap ialah susunan bilah kayu yang disusun sedemikian rupa. Selain itu, kayu ulin juga sering digunakan untuk jembatan maupun bantalan rel kereta. Luar biasa, bukan?

Publikasi

Artikel Terkait

Memilih Decking Kolam Renang dari Material Terbaik

Publikasi

Indahnya Rumah Ala Pedesaan: Nuansa Asri dan Damai

Publikasi
×
logo di menu
×
-

Subtotal

0 batang

0 m3