Atap Sirap Ulin VS Atap Genteng, Mana yang Lebih Unggul?

Pada proses membangun rumah, ada banyak hal yang harus kita pertimbangkan. Sebagai pemilik rumah, tentu kita menginginkan hasil terbaik yang akan membuat kita bangga dan nyaman menempatinya. Oleh karenanya, mempertimbangkan setiap detil bangunan rumah akan menjadi pekerjaan tersendiri yang cukup menyita perhatian.

Misalnya saat hendak menentukan material atap yang cocok untuk rumah, Anda pasti merasa kebingungan karena ada banyak sekali pilihan material atap. Namun, dua di antaranya adalah opsi yang sangat direkomendasikan, yakni atap sirap kayu dan atap genteng tanah liat.

Sebenarnya, memilih desain dan material atap rumah haruslah disesuaikan dengan kebutuhan. Namun jika Anda butuh atap yang menyuguhkan estetika dan daya tahan, atap sirap maupun atap genteng tanah liat akan menjawab kebutuhan tersebut. Nah, di antara keduanya, kira-kira mana yang lebih unggul? Yuk cari tahu di artikel ini.

Mengenal Atap Sirap

Atap sirap mungkin belum terlalu familiar di kalangan masyarakat umum. Namun sebenarnya atap sirap sudah banyak digunakan untuk bangunan perkantoran, bangunan vila, maupun hunian pribadi.

Atap sirap adalah material atap yang terbuat dari potongan kayu tipis yang dipasang dengan pola berderet menyerupai sisik. Kayu keras yang digunakan untuk atap sirap ialah kayu ulin Kalimantan. Namun tidak jarang juga menggunakan jenis kayu keras lain seperti kayu merbau dan kayu bengkirai.

Mengenal Atap Genteng

Dibanding atap sirap dari material kayu ulin, atap genteng lebih familiar di kalangan masyarakat awam. Atap genteng terbuat dari adukan tanah liat yang dibakar lalu dibentuk sedemikian rupa. Pemasangannya dilakukan dengan cara disusun. Selain dari tanah liat, atap genteng juga ada yang berbahan dasar adukan semen.

Atap Sirap Vs Atap Genteng, Mana yang Lebih Ringan?

Bicara soal bobot, jelas atap sirap kayu ulin memiliki bobot yang lebih ringan dibanding atap genteng. Dengan demikian, atap sirap tidak membutuhkan struktur penopang yang lebih kokoh.

Sebaliknya, atap genteng memiliki bobot yang lebih berat dan harus dibuatkan struktur pondasi yang lebih mumpuni. Anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk membuat pondasi maupun penopang yang kokoh.

Atap Sirap VS Atap Genteng, Mana yang Lebih Estetik?

Jika bicara soal estetika, keduanya memiliki keindahan dan karakter yang berbeda. Atap sirap cocok untuk rumah bergaya tropis atau klasik modern. Nuansa yang dihadirkan ialah sentuhan asri, eksotis, dan natural.

Warna natural dari kayu ulin akan membawa nuansa eksotis. Tak heran atap sirap banyak digunakan untuk bangunan vila. Selain untuk atap sirap, kayu ulin juga digunakan untuk decking kayu ulin, trap tangga, dan plafon lambersering.

Sementara itu, genteng tanah liat cocok untuk rumah bergaya minimalis atau rumah modern kekinian. Tampilannya sangat elegan dan kokoh, menjadikannya opsi yang cocok bagi Anda yang senang dengan rumah bernuansa urban.

Atap Sirap VS Atap Genteng, mana yang lebih terjangkau?

Atap sirap membutuhkan biaya awal yang relatif lebih terjangkau. Namun seiring waktu, Anda membutuhkan biaya perawatan yang ekstra untuk membuat atap sirap tetap dalam kondisi prima. Sebaliknya, atap genteng membutuhkan biaya awal yang lebih mahal. Namun, biaya perawatan kedepannya relatif lebih murah. Hal ini membuatnya jadi pilihan investasi jangka panjang yang lebih menjanjikan.

Atap Sirap VS Atap Genteng, mana yang lebih Tahan Lama?

Kini saatnya membahas perihal ketahanan. Keduanya memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan cuaca maupun suhu yang ekstrim. Kayu ulin merupakan jenis kayu keras yang semakin terkena air malah semakin keras. Begitupun saat terpapar matahari, seratnya tidak akan mudah lapuk. Ia juga tahan terhadap rayap dan jamur.

Namun genteng tanah liat lebih unggul dari segi ketahanannya terhadap api, sehingga tidak mudah terbakar. Jika seandainya terjadi percikap api di atap rumah, maka atap genteng tidak akan mudah terbakar dan menyebarkan api.

Kesimpulannya, atap sirap dan atap genteng tanah liat sama-sama memiliki keunggulan tersendiri. Perihal mana yang lebih baik atau lebih unggul, kembali pada selera dan pilihan masing-masing pemilik rumah. Semoga pembahasan ini dapat menjawab rasa penasaran Anda.

Publikasi

Artikel Terkait

Keindahan Plafon Kayu Kruing yang Memanjakan Mata

Publikasi

Tips Sederhana Membuat Taman Kecil di Rumah Minimalis

Publikasi
×
logo di menu
×
-

Subtotal

0 batang

0 m3