Membangun rumah idaman yang penuh dengan ornamen indah mungkin tidak bisa dilakukan semua orang. Biaya membangun rumah tidaklah sedikit, sehingga hanya orang-orang tertentu yang bisa membangun rumah impian mereka sesuai dengan desain dan konsep yang mereka impikan.
Jika Anda adalah salah satu orang beruntung yang memiliki kesempatan untuk membangun rumah megah sesuai konsep yang Anda inginkan, gunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Pilih konsep rumah yang paling sesuai dengan minat dan kepribadian Anda. Jika Anda suka dengan suasana asri dan natural, rumah dengan konsep tradisional modern adalah pilihan yang cerdas.
Pasalnya, rumah tradisional modern menggabungkan unsur modern dan tradisional dalam satu momentum, dan menghasilkan keindahan baru yang memanjakan mata. Mari kita cari tahu ciri khas rumah tradisional modern agar Anda bisa dengan mudah mewujudkannya.
Mengenal Rumah Tradisional Modern
Konsep rumah yang mengusung konsep tradisional biasanya didominasi oleh vila, atau bangunan komersil lainnya. Namun tidak menutup kemungkinan Anda mewujudkan rumah tradisional untuk digunakan sebagai hunian pribadi.
Agar lebih nyaman dan berbaur dengan lingkungan modern saat ini, Anda bisa menggabungkannya dengan nuansa modern melalui konsep rumah tradisional modern. Rumah dengan konsep tradisional modern menggabungkan estetika warisan budaya dengan desain yang lebih kontemporer.
Misalnya, memadukan atap tradisional dengan ornamen lokal, dengan bentuk dan material yang lebih mutakhir. Perpaduan dua elemen menciptakan kesan selaras dan elegan, sehingga cocok untuk masyarakat urban yang rindu suasana pedesaan yang tentram.
Ciri Khas Rumah Tradisional Modern
Rumah yang indah dan nyaman akan menjadi tempat pulang paling dirindukan. Anda bisa mewujudkannya dengan membuat rumah berkonsep tradisional modern. Meski tanpa ornamen mewah, suasananya akan selalu asri dan hangat. Berikut ini ciri rumah bergaya tradisional modern.
1. Bentuk Atap yang Khas
Rumah tradisional modern tetap mempertahankan bentuk atap tradisional seperti bentuk Joglo, Limasan, atau atap bersusun. Kendati demikian, proporsi yang digunakan lebih ramping dan bersih. Material atap yang digunakan ialah atap sirap ulin. Selain kayu ulin, kayu bengkirai dan kayu merbau juga cocok digunakan untuk material atap.
Atap sirap mampu memberi atmosfir yang lebih sejuk dan asri, sehingga nuansa tradisionalnya makin kentara. Apalagi jika Anda memadukannya dengan plafon lambersering yang elegan. Selain sejuk dan natural, rumah juga terasa lebih nyaman karena bebas dari kebisingan. Atap sirap dan plafon kayu memiliki kemampuan luar biasa untuk meredam suara.
2. Tata Letak Terbuka (Open Space)
Rumah tradisional modern juga kerap menghilangkan banyak dinding penyekat antar ruang agar sirkulasi udara lebih lancar dan ruangan terasa lebih lega. Namun biasanya terdapat tiang penyangga di tengah tengah ruangan besar yang memberi efek kokoh sekaligus estetik dalam satu sentuhan. Tiang tersebut terbuat dari kayu solid seperti kayu jati atau kayu ulin Kalimantan.
3. Jendela Besar untuk Sirkulasi Udara
Atmosfir yang dimiliki rumah tradisional modern ialah kesan lega dan leluasa, dengan udara yang bebas keluar masuk. Hal ini disebabkan karena rumah tradisional modern kerap menggunakan jendela besar atau dinding kaca untuk pencahayaan alami maksimal, dan membuat sirkulasi udara berjalan lebih lancar. Tak heran, jika Anda berada di vila dengan nuansa tradisional modern, rasanya sangat sejuk dan banyak angin, bukan?
4. Perpaduan Material
Rumah bertema tradisional modern memadukan beragam material dalam satu ruangan. Tidak hanya material kayu solid untuk perabot, misalnya perabot kayu kamper atau kayu meranti, terdapat juga elemen metal dan batu alam. Material modern seperti baja, beton, dan kaca juga kerap digunakan untuk konstruksi. Biasanya, dikombinasikan dengan sentuhan elemen alam khas tradisional seperti kayu ekspos atau batu bata.
5. Minimalis Namun Kaya Ornamen
Visual rumah tradisional modern memang cenderung lebih minimalis. Kendati demikian, desain interiornya tetap memiliki satu atau dua titik fokus yang mengusung tema tradisional atau budaya, misalnya berupa ukiran tradisional atau motif geometris lokal.
6. Penggunaan Teknologi Smart Home
Terakhir, penggunaan teknologi jadi hal yang lumrah untuk rumah tradisional modern. Misalnya, pintu dengan smart key, sistem ventilasi modern yang tersembunyi rapi, dan sistem pencahayaan pintar.