Merawat material kayu memang cukup menantang. Bukan berarti sulit, hanya saja diperlukan cara khusus agar kayu tetap tahan lama dan tidak mudah mengalami pelapukan.
Parket lantai kayu dan plafon kayu lambersering yang ada di rumah bisa memiliki usia pakai yang lebih lama jika diberi perawatan yang sesuai. Sebaliknya, jika tidak dirawat dengan baik, maka usia pakainya mungkin akan berkurang. Tampilannya pun akan berubah dan tak seindah awal pemasangannya.
Selain harus mengetahui cara merawat lantai kayu, ketahui juga beberapa hal yang Anda anggap biasa namun bisa menjadi penyebab rusaknya lantai kayu secara permanen. Apa saja hal-hal biasa itu? Berikut penjelasannya.
1. Menggunakan Produk Pembersih Sembarangan
Membersihkan lantai kayu menjadi hal yang sebaiknya dilakukan setiap hari. Anda harus menyapunya dan membersihkannya dari kotoran yang menempel. Namun jika Anda menggunakan produk pembersih yang tidak tepat, apalagi produk yang mengandung alkohol dan amonia, lantai kayu akan jadi cepat kusam dan bernoda. Pastikan Anda menggunakan produk pembersih khusus kayu agar permukaan kayu bisa lebih awet.
2. Tidak Langsung Mengelap Genangan Air
Jika terdapat genangan air di atas permukaan lantai kayu, sebaiknya langsung dilap atau dibersihkan. Karena jika dibiarkan, lama kelamaan air akan meresap ke dalam pori-pori kayu dan menyebabkan kerusakan permanen di kemudian hari.
Meski Anda menggunakan jenis kayu berkualitas tinggi seperti kayu kamper, kayu bengkirai, bahkan kayu merbau sekalipun, genangan air tidak boleh dibiarkan berlama-lama di atas lantai.
3. Menyeret Perabot
Hal berikutnya yang bisa merusak tampilan lantai kayu ialah menyeret perabot saat hendak memindahkannya. Hal ini akan menimbulkan goresan yang dalam dan mengurangi estetikanya.
Untuk memindahkan perabot dari satu sisi ke sisi lainnya, sebaiknya perabot diangkat sehingga tidak ada bagian yang masih menyentuh lantai. Hal ini akan menghindari risiko goresan.
4. Menggunakan Sepatu Hak Tinggi
Jangan gunakan sepatu hak tinggi di dalam rumah jika rumah Anda menggunakan lantai kayu. Hal ini bisa menyebabkan goresan pada lantai kayu yang merusak tampilannya. Pasalnya, sepatu hak tinggi memiliki ujung yang sangat runcing.
Selain sepatu hak tinggi, cakar hewan peliharaan juga bisa merusak permukaan lantai. Jika Anda memiliki hewan peliharaan seperti kucing dan anjing, sebaiknya cukur kuku hewan secara rutin agar kukunya tidak merusak lantai. Kucing memiliki kebiasaan mencakar-cakar benda apapun di sekitarnya. Mencukur kukunya secara rutin akan menghindari risiko kerusakan.
5. Serangan Rayap
Hal lainnya yang bisa jadi penyebab rusaknya lantai kayu, decking kayu ulin, dan trap tangga di rumah ialah serangan rayap dan jamur yang tidak terkontrol. Apalagi jika Anda menggunakan material kayu yang tidak tahan rayap. Oleh sebab itu, Anda harus memberi semprotan anti rayap secara rutin. Memberinya coating ulang juga bisa menjadi perlindungan ekstra bagi lantai kayu.
6. Udara yang Lembap
Jangan pernah membiarkan rumah Anda terlalu lembap! Selain buruk untuk kesehatan, udara yang terlalu lembap juga bisa merusak lantai kayu dan plafon kayu di rumah. Udara yang terlalu lembap menyebabkan material kayu jadi lebih mudah berjamur lalu mengalami pelapukan.
7. Kesalahan Pemasangan
Kesalahan yang terjadi pada saat proses pemasangan lantai kayu juga bisa menjadi penyebab rusaknya lantai kayu. Misalnya, memasang di area yang belum rata, sehingga menyebabkan kayu atau parket jadi melengkung. Selain itu, tidak memberi celah antar lembaran kayu juga bisa menjadi penyebab lainnya. Kesalahan teknis saat pemasangan memang tidak bisa dilihat secara langsung, namun akan dikenali seiring waktu.
Lantai kayu adalah pilihan yang tepat untuk mempercantik rumah modern minimalis. Pastikan Anda menghindari hal-hal di atas agar lantai kayu lebih awet dan tahan lama.