7 Hal Biasa yang Membuat Rumah Terlihat Kumuh

Sebagai tempat untuk kita pulang dan beristirahat, rumah harus selalu bersih dan rapi agar kita bisa menempatinya dengan nyaman. Namun, beberapa pemilik rumah sangat abai terhadap perawatan rumah, menyebabkan rumah tampak kumuh dan buruk.

Definisi rumah kumuh tidak hanya dilihat dari lokasi rumah itu berdiri. Bahkan, di cluster elit pun Anda bisa menemukan rumah yang terlihat kumuh, kotor, dan tidak terawat. Jangankan untuk ditinggali, hanya dilihat saja sudah membuat kita merasa enggan untuk berdiam di dalamnya.

Tak peduli apapun desain rumah yang Anda terapkan, jika terdapat hal-hal berikut di rumah Anda, jangan tersinggung jika ada orang yang berpendapat bahwa rumah Anda terlihat kumuh.

1. Perabot yang Jarang Dibersihkan

Hal pertama yang sangat mengganggu pandangan ialah perabot yang penuh debu dan kotoran. Percuma saja punya perabot mewah, seperti perabot berbahan kayu jati atau kayu kamper, jika permukaannya dihinggapi debu tebal yang mengerak.

Meja, sofa, lemari kabinet, dan perabot lainnya di rumah harus dibersihkan secara rutin agar debu dan kotoran yang menempel akan terhempas. Anda bisa menggunakan kemoceng atau penyedot debu khusus perabot. Jika terdapat tumpahan atau noda, Anda harus langsung membersihkannya sebelum noda tersebut mengeras dan menyebabkan kerusakan permanen.

2. Barang yang Menumpuk

Kardus bekas, kantong kresek bekas, dan wadah makanan sekali pakai jangan dibiarkan menumpuk di rumah. Jika Anda masih membutuhkannya di kemudian hari, sebaiknya dirapikan lalu ditata agar tidak menumpuk dan mengganggu pandangan. Setelah itu, simpan di tempat tersembunyi, misalnya di gudang atau di kolong meja dapur. Barang yang menumpuk membuat rumah terlihat kumuh dan bisa jadi sarang debu maupun serangga.

3. Cat Rumah yang Kusam

Cat rumah yang kusam dan mulai mengelupas akan membuat rumah terlihat buruk meski rumah tersebut adalah rumah mewah. Untuk itulah sebaiknya Anda melakukan pengecatan ulang setidaknya satu tahun sekali.

Gunakan cat dengan kualitas yang sangat baik sehingga cat bisa awet dan lebih tahan lama. Dengan demikian, Anda tidak perlu sering-sering melakukan pengecatan ulang. Cat yang berkualitas baik bahkan bisa tahan hingga tiga tahun lamanya.

4. Layout yang Tidak Sesuai

Menempatkan barang-barang yang tidak semestinya akan membuat ruangan terlihat aneh dan kumuh. Misalnya, menyimpan kasur besar di ruang keluarga, atau papan setrika di ruang tamu, meja belajar di ruang makan, dan sebagainya.

Diperlukan penataan ulang yang cerdas agar setiap barang ditempatkan sesuai tempatnya. Hal ini akan membuat rumah terlihat rapi dan elegan.

5. Lantai Rumah Retak-Retak

Lantai rumah keramik memang rentan mengalami keretakan apalagi jika ditempatkan di area yang padat kegiatan. Apalagi jika Anda menggunakan lantai vinyl, seiring waktu lantai bisa mengelupas atau terlepas. Hal ini membuat tampilan rumah jadi kurang estetik.

Pertimbangkan untuk mengganti lantai lama jadi lantai kayu jati yang lebih elegan dan natural. Tampilannya mampu memberi kesan megah pada ruangan. Selain kayu jati, kayu merbau dan kayu kruing juga cocok digunakan untuk area indoor. Ciptakan nuansa baru di rumah dengan lantai kayu solid yang estetik.

6. Plafon Kotor dan Berdebu

Jika terdapat kebocoran di atap rumah, plafon lama-lama akan memiliki bercak hitam yang mengganggu pandangan. Apalagi jika kebocorannya sudah meluas, tampilannya akan semakin tak nyaman untuk dipandang mata.

Jika plafon Anda mengalami hal demikian, lakukan perbaikan di area atap agar tidak terjadi kebocoran berikutnya. Setelah itu, ganti seluruh plafon dengan plafon lambersering kayu dari material kayu ulin. Plafon kayu ulin mampu menciptakan kesan eksotis dan nuansa asri pada ruangan.

7. Dinding Lembap

Dinding rumah yang lembap biasanya disebabkan karena adanya kebocoran pada dinding yang dibiarkan dalam waktu lama. Dinding lembap tak hanya terlihat kumuh, namun juga berbahaya bagi kesehatan karena partikelnya bisa merusak pernafasan.

Segera cari sumber kebocoran lalu perbaiki kebocoran tersebut. Dinding yang lembap harus segera diperbaiki dengan dikikis dan dilapisi ulang dengan semen, lalu dicat kembali.
Rumah yang estetik tidak harus selalu rumah mewah bergaya klasik. Rumah sederhana pun bisa terlihat estetik jika selalu rapi dan bersih, serta memiliki penataan yang baik.

Publikasi

Artikel Terkait

7 Tips Merawat Lantai Kayu Outdoor Agar Tahan Lama

Publikasi

Begini Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah yang Tepat

Publikasi

Ini dia 3 Jenis Lantai Kayu yang Paling Tahan Air

Publikasi

Cara Merawat Lantai Granit yang Benar Agar Selalu Kinclong

Publikasi

Wall Panel PVC VS Kayu Solid, Mana yang Lebih Baik?

Publikasi
×
logo di menu
×
-

Subtotal

0 batang

0 m3