Area outdoor adalah bagian yang cukup penting bagi setiap hunian. Tak hanya menjadi bagian luar rumah, area outdoor juga dimanfaatkan sebagai tempat untuk rileks dan bersantai sambil menikmati udara segar dan cuaca cerah, namun privasi tetap terjaga.
Area outdoor meliputi kolam renang, taman, halaman depan dan belakang, teras rumah, balkon, dan gazebo. Ada satu bagian penting di area outdoor yang kerap dipandang tak istimewa, namun menyumbangkan kenyamanan dan keindahan tersendiri bagi setiap pengguna. Ia adalah lantai pelapis atau biasa dikenal dengan istilah decking.
Decking untuk outdoor terdiri dari berbagai opsi material, seperti kayu ulin, kayu merbau, kayu bengkirai, keramik, PVC, concrete, dll. Kali ini mari kita bahas tentang decking ulin, karakteristik serta keistimewaannya.
Karakteristik Kayu Ulin
Kayu ulin merupakan kayu keras yang kerap dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi berat maupun ringan. Kekuatan dan daya tahannya yang luar biasa, sehingga membuatnya cocok untuk area indoor maupun outdoor.
Kayu ulin berasal dari pohon ulin, yang banyak tumbuh di wilayah Sulawesi dan Kalimantan. Pohon ulin butuh waktu yang sangat lama agar layak untuk ditebang. Tingginya bisa mencapai 40 meter dengan diameter lebih dari 1 meter. Stoknya tidak banyak namun permintaannya sangat tinggi, sehingga harga kayu ulin terbilang mahal dibanding jenis kayu keras lainnya.
Dikenal juga sebagai iron wood atau kayu besi, kayu ulin memiliki kekuatan yang sangat istimewa. Untuk mengolahnya saja diperlukan alat dan teknik khusus karena sangat sulit untuk dipotong dengan gergaji biasa.
Yang membuatnya sangat istimewa ialah daya tahannya yang sangat baik terhadap perubahan cuaca, sekalipun cuaca ekstrim. Makin lama terguyur air, kayu ulin malah semakin kuat dan kokoh. Selain itu, kayu ulin juga sangat awet karena mengandung senyawa alami yang tak disukai rayap maupun jamur.
Secara estetika, kayu ulin juga cukup memanjakan mata. Warnanya bervariatif tergantung usianya saat ditebang. Kayu ulin muda berwarna kuning kecoklatan, sedangkan yang lebih tua berwarna coklat tua agak kehitaman. Seiring lama pemakaiannya, warna kayu ulin biasanya jadi makin pekat. Selain untuk decking, kayu ulin juga digunakan untuk atap sirap, plafon kayu lambersering, dan lantai kayu.
Mengapa Decking Ulin Sangat Direkomendasikan?
Untuk area outdoor di rumah atau vila pribadi Anda, pertimbangkan lantai pelapis atau decking dari material kayu ulin. Sebagian besar kontraktor kemungkinan setuju bahwa decking ulin adalah opsi terbaik untuk lantai outdoor Anda. Kendati harganya mahal, kualitasnya sangat memuaskan dan sangat bisa diandalkan.
Mengapa decking ulin sangat direkomendasikan? Berikut ini alasannya:
- Stabil. Kayu ulin sangat stabil dan tidak mudah melengkung atau menyusut sekalipun sering terpapar sinar matahari.
- Anti rayap. Meski tidak diberi cairan anti rayap, kayu ulin akan tetap awet karena secara alami sudah mengandung anti rayap dan jamur.
- Tidak mudah tergores. Decking adalah area yang cukup sibuk dan ramai, sehingga membutuhkan material lantai yang tahan goresan.
- Kemampuan menahan beban berat. Tidak perlu khawatir patah atau retak meski diinjak banyak orang.
- Makin sering terkena air ia akan semakin kuat.
- Warna dan pola seratnya sangat indah, sehingga akan meningkatkan estetika di area outdoor rumah Anda. Cocok untuk berbagai desain rumah mulai rumah modern hingga rumah bergaya tropis.
Keistimewaan kayu ulin memang sangat banyak, dan sebanding dengan harganya yang juga tinggi. Namun perlu diingat bahwa kayu ulin juga punya kekurangan yang perlu Anda ketahui. Bobotnya sangat berat sehingga cukup menyulitkan saat proses pemasangan. Selain itu, stoknya juga cukup langka. Ada kalanya Anda harus indent terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Terakhir, Anda harus melakukan perawatan yang cukup ekstra untuk mempertahankan warnanya agar tidak berubah kehitaman seiring lamanya pemakaian.