Atap adalah bagian tak terpisahkan dari rumah. Rumah tanpa atap tidaklah menjadi rumah seutuhnya, maka dari itu perannya amat sangat penting di setiap bangunan. Memilih desain dan material atap terbaik memang cukup membingungkan. Namun Anda jangan sampai salah pilih agar tidak menyesal di kemudian hari.
Material atap kini tersedia dalam berbagai opsi, seperti atap genteng tanah liat, atap metal, atap sirap ulin, atap metal pasir, atap beton, atap keramik, dll. Namun perlu Anda ingat, tidak semua opsi material atap cocok diaplikasikan untuk rumah Anda. Terdapat beberapa pertimbangan mendasar yang perlu Anda ketahui.
Di artikel kali ini, mari kita kupas tuntas dua material atap yang populer digunakan untuk rumah bergaya modern klasik, yakni atap sirap dan atap metal. Di antara keduanya? Mana yang lebih baik?
Mengenal Atap Metal
Atap metal cukup populer belakangan ini, terutama di daerah perkotaan. Atap metal terbuat dari campuran material logam seperti seng dan aluminium. Desainnya cocok untuk rumah bergaya modern, rumah minimalis, hingga rumah industrial. Anda bisa membuat atap asimetris yang ciamik dengan atap metal. Terdapat beberapa opsi kualitas dan spesifikasi yang bisa Anda pilih sesuai dana yang dimiliki.
Kelebihan dan Kekurangan Atap Metal
Atap metal menjadi opsi yang cukup populer selain atap genteng tanah liat. Bukan tanpa alasan, atap metal memberikan beberapa keuntungan kepada penggunanya. Atap metal memiliki bobot yang ringan sehingga sangat memudahkan proses pemasangannya. Meskipun biaya material atap metal lebih mahal di awal, namun kemudahan proses pemasangan dan minimnya perawatan menjadikannya opsi ekonomis untuk jangka panjang.
Terlebih lagi, atap metal juga memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap cuaca baik itu panas maupun hujan. Usia pakainya bisa cukup lama, tergantung situasi dan kondisi di lapangan. Namun setidaknya bisa bertahan sekitar 20 tahun lamanya.
Karena sangat ringan, atap metal cocok untuk bangunan yang tidak dilengkapi dengan pondasi atau penopang yang kokoh. Tentu bisa jadi opsi yang tepat jika Anda ingin proses pembangunan yang cepat dan minim biaya. Warnanya pun tersedia dalam berbagai pilihan yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan.
Namun, perlu diingat bahwa atap metal kurang tahan terhadap benturan keras. Jadi hindari memasang atap metal di bawah pohon buah besar, misalnya pohon durian. Saat terjadi kerusakan, Anda harus menggantinya satu lembar. Atau bisa ditambal bagian yang bolong saja.
Kekurangan berikutnya ialah cenderung kurang baik meredam suara. Suara hujan mungkin akan terdengar lebih bising, apalagi jika rumah belum dipasang plafon lambersering, maupun material plafon lainnya.
Jika Anda tinggal di tepi pantai, atap metal kurang direkomendasikan karena rentan terjadi korosi. Lebih baik pertimbangkan material atap lainnya seperti atap sirap, atap genteng atau atap beton.
Mengenal Atap Sirap
Atap sirap ialah material penutup atap rumah yang terbuat dari bilah-bilah kayu keras. Kayu yang digunakan untuk atap sirap yakni kayu yang memiliki ketahanan terhadap cuaca ekstrim seperti kayu ulin, kayu bengkirai, dan kayu merbau Papua. Atap sirap banyak dipilih untuk rumah bergaya modern klasik karena menyuguhkan tampilan yang eksotis.
Kelebihan dan Kekurangan Atap Sirap
Seperti halnya atap metal, atap sirap juga sangat ringan sehingga tidak membutuhkan struktur pondasi yang kompleks. Pemasangannya juga lebih mudah dibanding atap metal karena tidak membutuhkan alat khusus.
Usia pakai atap sirap bisa cukup lama, tergantung perawatan dan jenis kayu yang digunakan. Jika menggunakan kayu ulin, usia pakainya bisa lebih lama bahkan hingga puluhan tahun. Atap sirap ulin juga cocok untuk digunakan di berbagai wilayah baik itu pesisir pantai maupun di pegunungan yang dingin.
Kelebihan atap sirap lainnya ialah kemampuannya meredam panas dan suara dengan sangat baik. Ruangan akan lebih sejuk, dan suara percikan hujan nyaris tak terdengar. Belum lagi keindahannya yang eksotis dan memukau. Dipadukan dengan lantai kayu jati dan decking ulin yang cantik, rumah akan sangat terlihat asri dan natural.
Kekurangan atap sirap ialah tidak memiliki ketahanan yang baik terhadap api. Sehingga, harus benar-benar terhindar dari percikan api karena api kecil pun bisa membuatnya terbakar.
Perihal mana yang lebih baik, silakan sesuaikan dengan kebutuhan. Jika Anda ingin atap yang eksotis dan asri, atap sirap adalah pilihan tepat. Jika Anda ingin tampilan rumah yang lebih modern dan lebih tahan api, maka atap metal adalah jawabannya.