Begini Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah yang Tepat

Biaya bangun rumah pasti menghabiskan jumlah yang tak sedikit. Beberapa orang perlu menabung hingga bertahun-tahun, dan berhemat dengan sangat ketat agar bisa membangun rumah impian meski ukurannya tidak luas dan desainnya sederhana. Bagaimanapun bentuknya, memiliki rumah yang dibangun dengan hasil jerih payah sendiri adalah sebuah pencapaian luar biasa dalam hidup.

Jika saat ini Anda berniat untuk membangun rumah impian, pastikan Anda mempersiapkan segalanya dengan seksama. Agar rumah Anda tidak menjadi proyek menggantung belaka, sehingga bisa langsung ditempati meski belum finishing seluruhnya. Menghitung biaya bangun rumah menjadi hal utama yang perlu dilakukan. Berikut ini kami beri secercah panduannya.

Tentukan Luas Bangunan

Langkah pertama yang harus Anda lakukan ialah menghitung luas bangunan. Buatlah sketsa bangunan menggunakan aplikasi berbayar, atau bisa Anda lakukan secara manual. Setiap bagian rumah harus dihitung dengan seksama luasnya. Kamar tidur, ruang keluarga, dapur dan kamar mandi, adalah ruangan yang wajib di setiap bangunan rumah.

Sesuaikan luas bangunan dengan kebutuhan keluarga Anda. Ukuran rumah yang layak tidak kurang dari 9 meter persegi per orang. Artinya, jika terdapat 5 orang di keluarga Anda, setidaknya Anda harus membangun rumah dengan luas tidak kurang dari 45 meter persegi.
Setelah Anda membuat sketsa ruangan, kini saatnya menghitung luas bangunan. Misalnya Anda membuat rumah berukuran 10×8 meter. Maka luas bangunannya ialah 80 meter persegi.

Pilih Tipe Rumah

Sebelum masuk ke sistem perhitungan estimasi biaya bangun rumah, Anda harus memilih lokasi dan tipe rumah terlebih dahulu. Besar kecilnya biaya bangun rumah akan bergantung pada dua aspek tersebut. Beda lokasi akan beda pula biayanya.

Konsep rumah klasik modern biasanya memakan lebih banyak biaya daripada konsep rumah minimalis. Pasalnya, konsep rumah klasik memerlukan lebih banyak ornamen dan material berkualitas tinggi seperti batu alam dan kayu solid. Semakin kompleks desain sebuah rumah, akan semakin tinggi pula biayanya.

Menghitung Biaya Tukang dan Material

Kini saatnya melakukan perhitungan kasar tentang biaya material dan biaya tukang. Pada tahap ini, Anda menghitung bahan-bahan utama yang digunakan seperti pasir, semen, material kayu untuk rangka atap, batu pondasi, besi, dan bata atau hebel untuk dinding. Perihal harga dan jumlahnya, Anda bisa berkonsultasi dengan kontraktor atau tukang yang Anda percaya.

Jika Anda menggunakan kayu keras untuk konstruksi, misalnya kayu bengkirai, ketahui juga harga kayu bengkirai baik secara lembaran maupun kubikasi. Jangan lupa juga hitung estimasi lama pengerjaan dan biaya tukang yang harus dipersiapkan.

Persiapkan Biaya Darurat

Saat proses bangun rumah, Anda harus mempersiapkan dana darurat setidaknya 20% dari total keseluruhan dana yang sudah Anda prediksi. Terdapat banyak hal mengejutkan yang mungkin terjadi saat proses bangun rumah, itulah sebabnya Anda perlu mempersiapkan dana lebih.

Contoh Perhitungan Biaya Bangun Rumah per Meter Persegi

Kini saatnya menghitung biaya keseluruhan agar Anda mempersiapkan biaya yang dibutuhkan dengan lebih matang. Biaya bangun rumah standar berkisar Rp 4 juta per meter persegi. Untuk rumah modern biayanya sekitar Rp 5 juta per meter persegi. Sedangkan untuk rumah mewah, berkisar Rp 6 juta per meter persegi.

Material yang digunakan pada rumah modern dan mewah ialah biasanya material berkualitas tinggi. Misalnya, kayu ulin, lantai kayu jati, atau kayu kamper untuk bagian kusen dan pintu. Selain itu, penggunaan material batu alam seperti granit dan marmer juga kerap digunakan dalam jumlah yang cukup.

Jika luas rumah Anda adalah 80 meter persegi dan Anda hendak membuat rumah modern. Maka estimasi biayanya ialah 80 meter x Rp 5 juta = Rp 400 juta. Namun jika rumahnya standar biayanya akan lebih murah, yakni berkisar Rp 320 juta. Material yang digunakan biasanya dari kelas standar, misalnya kayu meranti untuk rangka atap, atau bisa juga pakai baja ringan. Begitupun untuk material kusen dan pintu, menggunakan material yang lebih ramah di kantong.

Publikasi

Artikel Terkait

Ini dia 3 Jenis Lantai Kayu yang Paling Tahan Air

Publikasi

Cara Merawat Lantai Granit yang Benar Agar Selalu Kinclong

Publikasi

Wall Panel PVC VS Kayu Solid, Mana yang Lebih Baik?

Publikasi

Ciri Khas Rumah Tradisional Modern: Asri Nan Kekinian

Publikasi
×
logo di menu
×
-

Subtotal

0 batang

0 m3