Dari sekian banyak jenis kayu keras yang kini populer di masyarakat, ada satu jenis kayu yang sudah mendunia karena kekuatan dan daya tahannya, yakni kayu ulin. Kayu ulin merupakan kayu asal Kalimantan yang banyak diandalkan untuk kebutuhan konstruksi berat.
Pemanfaatan kayu ulin antara lain untuk kebutuhan membangun jembatan, rel kereta api, dan pagar rumah. Kayu ulin juga banyak digunakan untuk kebutuhan konstruksi individu misalnya untuk atap sirap ulin, trap tangga, maupun plafon lambersering.
Tampilan yang dihasilkan sangat indah dan natural, serta bisa tahan dalam jangka waktu lama berkat kekuatan dan daya tahannya. Namun harga kayu ulin terbilang tinggi di pasaran, membuat masyarakat berpikir dua kali untuk menggunakannya. Harga per meter kubiknya bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk jenis kayu ulin Sulawesi.
Karakteristik Kayu Ulin
1. Tekstur
Kayu ulin memiliki tekstur yang kasar dan sangat padat, menjadikannya sangat keras sekeras besi. Saking kerasnya, kayu ulin sering digunakan untuk material pondasi rumah.
Karena sifatnya yang sangat keras inilah, kayu ulin menyulitkan pekerja untuk memaku atau menggergajinya. Hal ini menyebabkan proses konstruksi yang memanfaatkan kayu ulin memakan waktu lama. Tak seperti kayu meranti yang lebih mudah dipaku, kayu ulin butuh tenaga yang ekstra.
2. Aroma
Kayu ulin memiliki aroma tersendiri yang sangat khas dan menenangkan. Jika Anda ingin suasana rumah yang lebih tenang dan asri, kayu ulin adalah material terbaik yang bisa Anda pilih.
Meski aromanya tidak sekuat kayu kamper, aroma kayu ulin tetap kentara apalagi jika Anda menggunakannya dalam jumlah banyak. Alasan inilah yang membuat kayu ulin sangat diminati, karena banyak orang ingin membawa nuansa alami yang penuh daya tarik ke dalam hunian pribadi.
3. Tahan Terhadap Hama
Menggunakan kayu ulin untuk bahan bangunan menbuat Anda tidak perlu cemas dengan ketahanannya. Kayu ulin tahan terhadap rayap karena memiliki kandungan alami anti rayap, sehingga tidak diperlukan perlakuan khusus untuk mencegah rayap maupun hama kayu lainnya.
4. Tahan Terhadap Suhu Ekstrim
Kayu ulin memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan suhu. Hal ini membuatnya menjadi pilihan primadona untuk kebutuhan konstruksi outdoor. Meski terkena panas dan hujan, kayu asli Kalimantan ini tidak akan mudah lapuk.
Sebaliknya, ia akan makin kuat seiring waktu apalagi jika sering terkena air. Tak heran kayu ulin juga banyak digunakan untuk decking kolam renang.
4. Nilai Ekonomi
Penggunaan kayu ulin untuk rumah bergaya vila ataupun rumah modern minimalis mampu meningkatkan nilai investasi rumah tersebut. Meski harga kayu ulin tinggi, nilai ekonomi yang dihasilkan juga akan meningkat. Tak heran tetap banyak masyarakat meminatinya meski harganya merogoh kocek cukup dalam.
Mengapa Harga Kayu Ulin Mahal?
Orang awam mungkin bertanya-tanya, mengapa harga kayu ulin sangat mahal? Harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah per meter kubik. Berbeda dengan harga kayu bengkirai yang dibanderol mulai Rp 7 juta hingga maksimal 11 juta per meter kubik, atau harga kayu kruing yang berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 11 juta per meter kubik, harga kayu ulin bahkan bisa menyentuh angka Rp 35 juta per meter kubiknya.
Bukan tanpa alasan, inilah faktor-faktor penyebab tingginya harga kayu ulin di pasaran:
- Kualitasnya sangat baik dengan kekuatan kelas I dan keawetan juga tergolong kelas I, membuat kayu ulin bisa tahan dalam kurun waktu yang sangat lama.
- Tidak memerlukan perawatan khusus karena kayu ulin memiliki ketahanan alami terhadap perubahan cuaca ekstrim, serta ketahanan terhadap rayap maupun jamur.
- Tahan terhadap air sekalipun direndam air laut, kayu ulin tidak akan mudah lapuk.
- Pertumbuhan pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) sangatlah lambat. Ia membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk mencapai diemeter yang ideal untuk ditebang.
- Permintaan kayu ulin sangat tinggi sehingga ketersediaannya di pasaran sangat terbatas. Kayu ulin cocok untuk segala jenis kebutuhan konstruksi baik indoor maupun outdoor.
- Pengolahan kayu ulin sangatlah rumit dan butuh upaya ekstra. Proses penebangan, pemotongan, penghalusan, dan pembentukan kayu ulin memerlukan alat khusus dikarenakan teksturnya yang sangat padat. Waktu pengerjaannya pun menjadi lebih lama.
Itulah alasannya mengapa harga kayu ulin di pasaran sangat fantastis. Bagi sebagian orang, kayu ulin mungkin bukan opsi utama, masih ada jenis kayu keras lainnya yang bisa jadi alternatif. Namun tetap saja tidak bisa memberikan nilai sebaik kayu ulin.